Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana reproduksi prestasi akademik berlangsung melalui perspektif kapital budaya keluarga. Penelitian dilakukan menggunakan desain studi kasus pada sekolah menengah atas di wilayah pedesaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa, orang tua dan guru serta didukung oleh observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan prestasi akademik rendah umumnya berasal dari keluarga yang belum mampu membangun iklim belajar yang kondusif di rumah. Meskipun orang tua mendukung anak untuk bersekolah, dukungan tersebut cenderung bersifat normatif dan belum diwujudkan dalam pendampingan belajar yang efektif. Keterbatasan pengetahuan orang tua, termasuk pemanfaatan teknologi, menyebabkan fasilitas belajar seperti telepon genggam lebih banyak digunakan untuk hiburan daripada menunjang kegiatan akademik. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kapital budaya keluarga tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber daya, tetapi juga dengan kemampuan keluarga mengarahkan dan mengelola sumber daya tersebut secara edukatif.
Copyrights © 2026