Stunting adalah kondisi ketika pertumbuhan fisik anak terhambat, terutama tinggi badannya yang jauh di bawah standar usianya. Ini bukan sekadar soal pendek, tapi menjadi indikator bahwa anak mengalami kekurangan nutrisi selama bertahun-tahun, terutama selama seribu hari pertama lahir. Di Puskesmas Pekauman banyak sekali terdapat anak yang terindikasi stunting. Pada tahun 2023 dan 2024 terdata di puskesmas ada 180 anak di puskesmas pekauman. Adapun Permasalahan utamanya yaitu proses manual untuk menentukan stunting di Puskesmas Pekauman adalah kurangnya efisiensi dalam identifikasi kasus anak yang berisiko stunting proses ini rentan terhadap kesalahan dalam pengukuran dan pencatatan data. Berdasarkan variabel penentuannya mencakup usia anak, perbedaan jenis kelamin, serta data antropometri seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. dimana klasifikasi untuk menentukan Normal atau Stunting kondisi stunting pada anak. Naïve Bayes digunakan untuk menentukan kelas suatu data dengan menghitung peluang dari masing-masing kelas berdasarkan informasi yang tersedia, Pemodelan statistik dapat digunakan oleh metode Naïve Bayes dalam proses klasifikasi. Menghitung sebuah probabilitas, motode ini bisa melatih data uji berdasarkan data yang sdah terjadi. Dengan penerapan algoritma Naïve Bayes dalam mengklasifikasikan stunting pada anak di Puskesmas Pekauman memperoleh nilai akurasi 86%. Dengan adanya perhitungan metode Naïve Bayes, para medis di Puskesmas Pekauman dapat lebih mudah mengklasifikasikan status stunting pada anak dan menyampaikan saran serta penanganan yang sesuai, yaitu jika anak terindikasi stunting, maka diberikan tindakan pencegahan dan penanganan lebih lanjut, dan jika anak berstatus normal, maka diberikan anjuran untuk menjaga pola makan serta pertumbuhan yang optimal.
Copyrights © 2025