Kebutuhan energi yang semakin meningkat mendorong penggunaan limbah organik sebagai sumber energi alternatif. Desa Teritip, Balikpapan, memiliki peluang untuk mengembangkan biogas karena adanya aktivitas peternakan sapi yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan sistem biogas yang sederhana berbasis teknologi tepat guna serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang energi terbarukan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, sistem biogas berkapasitas 1.200 liter diuji dan menghasilkan gas metana sebanyak 288 liter setiap siklus, dengan waktu pembakaran sekitar 1,4 jam. Sisa dari proses tersebut mencapai 60%, yang bisa digunakan sebagai pupuk cair. Sosialisasi kepada warga dan siswa berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat, di mana sekitar 82,1% responden tertarik untuk mempelajari biogas lebih lanjut.
Copyrights © 2025