Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran matematika pada siswa tunarungu dalam memahami konsep bangun datar di SLB Kaliwungu Kudus. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran berbasis visual dan konkret, seperti penggunaan alat peraga nyata, gambar, video, serta bahasa isyarat untuk memfasilitasi pemahaman siswa terhadap konsep bangun datar. Strategi ini efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa, meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan media pembelajaran dan variasi tingkat pemahaman antar siswa. Selain itu, ditemukan bahwa siswa jenjang sekolah dasar memerlukan bimbingan langsung dalam menyelesaikan tugas, sedangkan siswa jenjang sekolah menengah atas dapat mengerjakan secara lebih mandiri, namun tetap membutuhkan penguatan materi. Kesuksesan pembelajaran sangat bergantung pada kemampuan guru dalam merancang metode yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan guru, penyediaan media pembelajaran khusus, serta dukungan kebijakan dari sekolah dan pemerintah untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif dan efektif.
Copyrights © 2025