Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa di MIN 2 Ponorogo, khususnya pada materi bangun ruang. Data menunjukkan bahwa 50% siswa memperoleh nilai di bawah KKM (70). Hal ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang interaktif, di mana guru hanya menggunakan buku teks dan gambar pada LKS. Cara ini menyulitkan siswa dalam memahami konsep bangun ruang karena harus membayangkan bentuk tiga dimensi secara abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model tersebut dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment yang melibatkan kelas IV A sebagai kelas kontrol dan IV B sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data meliputi pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, homogenitas, independent sample t-test, dan N-Gain menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model RME berbantuan magic straw sangat terlaksana, efektif dalam meningkatkan penalaran matematis siswa, serta mendapat respon sangat baik dari siswa.
Copyrights © 2025