Artikel ini menginvestigasi kendala guru sekolah dasar (SD) dalam menerapkan Project-Based Learning (PjBL) melalui Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA 2020. Penelitian ini mengumpulkan data dari database Scopus, Sinta, DOAJ, dan Google Scholar periode 2020–2025, dengan analisis tematik pada 30 artikel terpilih (dari 380 awal). Hasil menunjukkan kendala utama meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, kurikulum padat, sarana prasarana minim, kapasitas guru (pemahaman PjBL, LKPD, penilaian proyek), serta beban manajerial seperti administrasi dan dukungan sekolah. Temuan ini menjadi dasar pelatihan berkelanjutan serta kebijakan pendukung Kurikulum Merdeka di SD. Penelitian menggunakan metode SLR kualitatif dengan quality appraisal (MMAT ≥70%) dan coding tematik oleh dua reviewer (inter-rater reliability 85%). Subjek analisis mencakup studi empiris dari 30 artikel tentang guru SD (rata-rata sampel 45 guru, kelas 4–6, tematik/IPA). Hasil menunjukkan frekuensi tertinggi pada kendala waktu (80%) dan kapasitas guru (73%), dengan nuansa rural lebih parah pada sarpras. Guru mengapresiasi potensi PjBL untuk 4C, tetapi menghadapi hambatan sistemik yang membuat implementasi kurang efektif dibandingkan model konvensional.
Copyrights © 2026