Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi kendala dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar wilayah Kabupaten Bekasi. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, survei dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 36 guru wali kelas. Instrumen penelitian berisi 25 butir pernyataan yang dikelompokkan ke dalam lima indikator utama: pemahaman kurikulum, ketersediaan sarana dan prasarana, pelatihan dan pendampingan, beban administrasi, serta partisipasi siswa dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi tantangan signifikan. Rata-rata skor tiap indikator mengindikasikan adanya kendala, yaitu pemahaman kurikulum guru yang belum optimal (3,05), keterbatasan sarana dan prasarana (3,07) yang menghambat pembelajaran berbasis proyek, kurangnya pelatihan dan pendampingan langsung di lapangan sebagai kendala paling menonjol (3,22), beban administrasi yang menyita waktu (3,12), serta rendahnya pemahaman orang tua mengenai Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila (3,06). Penelitian ini menekankan perlunya peningkatan pendampingan guru, penyediaan fasilitas, efisiensi administratif, dan sosialisasi aktif kepada orang tua untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara optimal.
Copyrights © 2026