Hutan mangrove merupakan sumberdaya alam yang penting di lingkungan pesisir, dan memiliki tiga fungsi utama yaitu fungsi fisik, biologis, dan ekonomis. Potensi hutan mangrove dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan konservasi melalui pelatihan pembuatan batik ramah lingkungan dengan pewarna kain dari limbah kulit kayu mangrove dan pelatihan pembuatan sirup dari buah bakau sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, serta membantu menambah penghasilan masyarakat sekitar Kawasan Konservasi mangrove dan Bekantan (KKMB). Metode yang digunakan dalam kegiatan berupa sosialisasi dan pemberian latihan kemudian diikuti dengan pembinaan, serta monitoring dan evaluasi. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa program pelatihan sebagai bentuk pemberdayaan yang dilakukan dengan bekerjasama dengan PT Pertamina mendapat respon yang baik dari masyarakat dan KKMB Kota Tarakan sebagai objek penghasilan masyarakat sekitar seperti menjual produk souvenir, penjual pisang untuk pakan bekantan dan mempekerjakan masyarakat dalam penanaman mangrove.
Copyrights © 2020