SIPILART (Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur)
Vol. 1 No. 1 (2025): Maret 2025

ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN PADA RUAS JALAN PINONTOYONGA MENGGUNAKAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN (MDP), METODE ANALISIS KOMPONEN (MAK), DAN AASHTO 1993

Syahril Panigoro (Unknown)
Ilyas Ichsan (Unknown)
Muhammad Ramdhan Olii (Universitas Gorontalo)



Article Info

Publish Date
29 Mar 2025

Abstract

Lapis perkerasan lentur jalan terbagi atas lapis permukaan  (Surface Course). lapis pondasi atas (Base Cource). lapis pondasi bawah (Subbase Cource) dan tanah dasar (Subgrade). Faktor utama yang mempengaruhi tebal lapis perkerasan tersebut adalah beban lalu lintas (LHR). kondisi lingkungan dan karakteristis material (Dinata et al.. 2017). Perencanaan perkerasan jalan dikatakan baik apabila konstruksi tersebut memberikan bebrapa sifat yaitu kuat. nyaman dan bernilai ekonomis (Nuryati. 2015). Konstruksi perkerassan harus mampu mendukung beban lalu lintas serta ketahanannya terhadap kondisi lingkungannya. Dengann latar belakang  maka penulis mengangkat judul Analisis Perencanaan tebal perkerasan jalan menggunakan metode Manual desain Perkerasa (MDP). Metode Analisis Komponen (MAK) dan AASHTO pada ruas jalan Pinontoyonga. Desa Pinontoyonga. Kec. Atinggola. Berdasarkan Hasil Analisis menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) Didapatkan tebal perkerasan sebesar 210 mm dimana, tebal AC BC sebesar 60 mm dan tebal AC WC sebesar 40 mm. Berdasarkan Hasil Analisis menggunakan Metode Analisa Komponen Didapat Tebal Perkerasan 42 cm dengan rincian lapisan permukaan (surface course) digunakan Laston MS 340 kg dengan tebal 5 cm, lapisan pondasi atas (base course) digunakan Batu Pecah Kelas C dengan tebal 20cm, lapisan pondasi bawah (subbase course) digunakan Sirtu Kelas C dengan tebal 17 cm. Berdasarkan Hasil Analisis Menggunakan Metode AASHTO 1993 Didapatkan hasil tebal perkerasan Sebesar sebesar 25 cm dengan rincian, lapisan permukaan (surface course) digunakan lapis permukaan beton aspal dengan tebal 4 cm, lapisan pondasi atas (base course) digunakan lapis pondasi granular dengan tebal 6 cm, lapisan  pondasi  bawah  (subbase  course)  digunakan  lapis  pondasi  bawah  granular dengan tebal 15 cm.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

sipilart

Publisher

Subject

Description

SIPILART (Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang teknik sipil dan arsitektur. Jurnal ini bertujuan menjadi media diseminasi informasi ilmiah yang relevan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, khususnya di bidang sipil, ...