Lapis perkerasan lentur jalan terbagi atas lapis permukaan (Surface Course). lapis pondasi atas (Base Cource). lapis pondasi bawah (Subbase Cource) dan tanah dasar (Subgrade). Faktor utama yang mempengaruhi tebal lapis perkerasan tersebut adalah beban lalu lintas (LHR). kondisi lingkungan dan karakteristis material (Dinata et al.. 2017). Perencanaan perkerasan jalan dikatakan baik apabila konstruksi tersebut memberikan bebrapa sifat yaitu kuat. nyaman dan bernilai ekonomis (Nuryati. 2015). Konstruksi perkerassan harus mampu mendukung beban lalu lintas serta ketahanannya terhadap kondisi lingkungannya. Dengann latar belakang maka penulis mengangkat judul Analisis Perencanaan tebal perkerasan jalan menggunakan metode Manual desain Perkerasa (MDP). Metode Analisis Komponen (MAK) dan AASHTO pada ruas jalan Pinontoyonga. Desa Pinontoyonga. Kec. Atinggola. Berdasarkan Hasil Analisis menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) Didapatkan tebal perkerasan sebesar 210 mm dimana, tebal AC BC sebesar 60 mm dan tebal AC WC sebesar 40 mm. Berdasarkan Hasil Analisis menggunakan Metode Analisa Komponen Didapat Tebal Perkerasan 42 cm dengan rincian lapisan permukaan (surface course) digunakan Laston MS 340 kg dengan tebal 5 cm, lapisan pondasi atas (base course) digunakan Batu Pecah Kelas C dengan tebal 20cm, lapisan pondasi bawah (subbase course) digunakan Sirtu Kelas C dengan tebal 17 cm. Berdasarkan Hasil Analisis Menggunakan Metode AASHTO 1993 Didapatkan hasil tebal perkerasan Sebesar sebesar 25 cm dengan rincian, lapisan permukaan (surface course) digunakan lapis permukaan beton aspal dengan tebal 4 cm, lapisan pondasi atas (base course) digunakan lapis pondasi granular dengan tebal 6 cm, lapisan pondasi bawah (subbase course) digunakan lapis pondasi bawah granular dengan tebal 15 cm.
Copyrights © 2025