Tebu dalam pemanfaatannya diambil sari-sarinya untuk dijadikan gula. Namun, faktanya hanya 10 % dari berat isi tebu yang bisa terekstraksi, sisanya sebesar 90% limbahnya beberapa hanya digunakan sebagai pakan ternak, pupuk organik, dan bahan pembuatan tisu. AAT (Abu Ampas Tebu) yang memiliki kandungan silikat sebesar 68,5% mempunyai potensi untuk menjadi pengganti parsial untuk bahan material konstruksi yaitu semen. Pemeriksaan karakteristik agregat yang dilakukan dalam penelitian ini mengacu pada SNI 7656:2012. Didalam penelitian ini penulis mencoba menggunakan metode SNI 7656-2012 dalam perencanaan campuran beton. Pengujian nilai slump dilakukan mengikuti standar SNI 7656-2012. Pengujian kuat tekan beton dilakukan mengikuti standar SNI 7656-2012. Experiment ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Gorontalo. Penelitian ini menggunakan abu ampas tebu dari PT. PG. Gorontalo Unit Tolangohula yang berlokasi di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Gorontalo. Dari hasil pengujian kuat tekan beton normal didapatkan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 21,57 Mpa dan nilai kuat tekan karakteristik sebesar 20,20 Mpa. Hasil Pengujian pada variasi pertama meningkat menjadi rata-rata 21,57 Mpa, dengan perbandingan 10% abu ampas tebu terhadap 90% semen. Rata-rata kuat tekan variasi 15% abu ampas tebu dan 85% semen adalah 22,64 Mpa. Variasi kedua ini merupakan variasi dengan nilai kuat tekan tertinggi. Variasi ketiga, ketika persentase abu ampas tebu 20% sedangkan semen 80%, nilai kuat tekan rata-rata yang dimiliki 20,85 Mpa
Copyrights © 2025