Analisis Implementasi kebijakan desentralisasi fiskal dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten dengan menggunakan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 sebagai dasar empiris. Penelitian bertujuan menilai sejauh mana desentralisasi fiskal mendorong kemandirian fiskal daerah melalui analisis struktur pendapatan dan belanja, serta mengidentifikasi hambatan yang mengurangi optimalisasi PAD sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui telaah dokumen APBD, statistik keuangan daerah, dan literatur nasional mengenai desentralisasi fiskal dan PAD yang dianalisis secara deskriptif dengan model analisis interaktif. Hasil menunjukkan bahwa PAD menyumbang sekitar tiga perempat total pendapatan daerah dan didominasi pajak daerah, mencerminkan kapasitas fiskal yang relatif kuat namun belum sepenuhnya mandiri karena ketergantungan pada transfer pusat masih besar. Dari sisi belanja, porsi utama anggaran masih terserap untuk belanja operasional, sedangkan alokasi belanja modal relatif kecil sehingga ruang fiskal untuk investasi jangka panjang menjadi terbatas. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan desentralisasi fiskal tidak hanya ditentukan oleh besaran PAD, tetapi juga oleh diversifikasi sumber pendapatan dan pengelolaan belanja yang lebih produktif guna memperkuat kemandirian fiskal Provinsi Banten.
Copyrights © 2026