Akurasi buku ajar nahwu merupakan prasyarat penting dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama bagi pembelajar pemula. Kesalahan dalam penyajian kaidah, ejaan, maupun contoh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman konseptual yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji problematika buku ajar nahwu melalui studi kasus Kitab Al Muyassar Fii ‘Ilmin Nahwi jilid 1 edisi terbaru (1446 H). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis). Objek penelitian berupa kitab Al Muyassar jilid 1 versi cetakan baru (tulisan digital) dan versi lama (tulisan tangan, 1429 H). Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan pencatatan terhadap kesalahan yang terdapat dalam materi, contoh, tabel, dan latihan soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan imlā’ mendominasi temuan dengan persentase sebesar 77%, diikuti kesalahan sintaksis (9%), morfologi (1%), dan kesalahan lain-lain (13%). Hasil komparasi juga mengungkap bahwa sekitar 33% kesalahan pada edisi terbaru tidak ditemukan pada cetakan lama, yang mengindikasikan adanya penurunan akurasi teks akibat proses digitalisasi dan penyuntingan yang kurang teliti. Selain itu, ditemukan inkonsistensi istilah nahwu, kesalahan pedagogis, serta kerancuan makna dalam penjelasan kaidah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi menyeluruh terhadap kitab dengan merujuk pada naskah asli tulisan tangan serta melibatkan editor imlā’ dan ahli bahasa Arab guna meningkatkan kualitas buku ajar nahwu.
Copyrights © 2026