Keberlanjutan lingkungan di Indonesia menjadi perhatian karena peringkat negara ini masih rendah di ASEAN, yakni peringkat ke-8 dari 10 negara dalam Environmental Performance Index. Untuk memperbaiki rapor merah tersebut, Indonesia perlu menerapkan inisiatif hijau, salah satunya melalui penerapan Green Banking di sektor perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Green Banking Disclosure Index, Green Investment, dan Jumlah Transaksi Mobile Banking terhadap Profitabilitas Perbankan di Indonesia pada periode 2015-2023. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan regresi data panel dengan menggunakan alat analisis Eviews-13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Banking Disclosure Index memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas, mengindikasikan bahwa pengungkapan praktik perbankan hijau belum memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, Green Investment menunjukkan pengaruh positif meskipun tidak signifikan. Jumlah transaksi mobile banking berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas, meskipun dampaknya kecil, disebabkan oleh tingginya biaya pengembangan teknologi digital. Secara simultan, ketiga variabel ini memberikan pengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Perbankan perlu mengoptimalkan strategi Green Banking dan menyeimbangkan antara keberlanjutan dan Profitabilitas dengan cara meningkatkan kualitas pengungkapan informasi terkait Green Banking agar lebih transparan serta meningkatkan kerja sama dengan sektor-sektor yang berfokus pada investasi hijau seperti sektor energi terbarukan, untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan yang dapat mendukung profitabilitas dalam jangka panjang.
Copyrights © 2025