Perubahan iklim merupakan tantangan global yang dampaknya semakin dirasakan hingga tingkat lokal, namun pemahaman mengenai isu ini masih terbatas, khususnya di kalangan pelajar sekolah menengah pertama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap perubahan iklim melalui pendekatan edukatif yang menggunakan bahasa sederhana dan analogi kontekstual. Sasaran kegiatan adalah 40 siswa MTs Muhammadiyah Banjaranyar, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, meliputi sosialisasi menggunakan media video edukatif dari BMKG, penyampaian materi visual sederhana, serta diskusi dan tanya jawab interaktif yang dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari siswa. Evaluasi dilakukan melalui pertanyaan umpan balik sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur perubahan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar perubahan iklim, penyebab, dan dampaknya, terutama terkait pemanasan global, ketidakpastian musim, serta perubahan suhu yang semakin dirasakan. Pendekatan analogi dengan istilah “biasanya” dan “tidak seperti biasanya” terbukti efektif dalam membantu siswa memahami konsep perubahan iklim secara lebih konkret. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan perubahan iklim dengan pendekatan sederhana dan kontekstual dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam membangun literasi iklim dan mendorong kesadaran generasi muda terhadap pentingnya aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Copyrights © 2025