Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama di wilayah dataran rendah dan pesisir. Selain menimbulkan kerusakan fisik dan ekonomi, banjir juga berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah, dan penyakit kulit sering meningkat pasca banjir akibat sanitasi yang buruk dan terbatasnya akses ke layanan kesehatan. Upaya penanggulangan yang telah dilakukan, seperti penyuluhan kesehatan, pendirian posko kesehatan, dan pembersihan lingkungan, merupakan langkah positif. Namun, efektivitasnya sering terhambat oleh keterbatasan sumber daya, koordinasi antarinstansi yang kurang optimal, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Pemerintah memiliki peran strategis dalam mengatasi permasalahan ini, baik sebagai regulator yang menetapkan kebijakan, dinamisator yang mengkoordinasikan berbagai pihak, maupun fasilitator yang menyediakan sumber daya dan fasilitas. Namun, tantangan seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia yang terlatih masih menjadi hambatan. Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk meningkatkan efektivitas upaya penanggulangan banjir dan dampaknya terhadap kesehatan. Dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, diharapkan risiko kesehatan akibat banjir dapat diminimalisir, dan ketahanan masyarakat terhadap bencana dapat ditingkatkan
Copyrights © 2025