Kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan sepeda motor, sering kali menimbulkan trauma psikologis yang mendalam bagi penyintas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mekanisme coping dan proses kesembuhan psikologis pada individu yang mengalami trauma pasca-kecelakaan sepeda motor. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap satu partisipan utama yang mengalami kecelakaan serius dan menunjukkan gejala trauma pasca-kejadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyintas mengalami fase reaksi emosional berupa ketakutan, kecemasan, dan mimpi buruk yang berulang. Dalam proses pemulihan, mekanisme coping yang dominan adalah problem-focused coping berupa usaha aktif memahami kejadian dan emotion-focused melalui dukungan sosial dan spiritual. Proses kesembuhan psikologis berlangsung bertahap, melibatkan penerimaan diri, restrukturisasi kognitif, dan peningkatan keimanan. Studi ini menegaskan pentingnya dukungan sosial, empati keluarga, serta intervensi psikologis berbasis empati untuk mendorong pertumbuhan pascatrauma (post-traumatic growth).
Copyrights © 2025