Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian akibat perselingkuhan orang tua terhadap kesehatan mental anak, yang meliputi aspek emosional, sosial, perilaku, serta perkembangan psikologis jangka panjang. Perceraian yang dipicu oleh perselingkuhan menimbulkan situasi keluarga yang penuh konflik, rasa dikhianati, dan ketidakstabilan yang berpotensi memperburuk kondisi psikologis anak. Melalui studi literaturstudi literatur yang mengumpulkan dan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, artikel, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan untuk memahami bentuk tekanan emosional yang dialami anak, seperti kecemasan, trauma, konflik kesetiaan, hingga penurunan kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengalami perceraian akibat perselingkuhan lebih rentan mengalami stres kronis, gangguan perilaku, penurunan motivasi belajar, serta kesulitan membangun hubungan interpersonal yang sehat di masa depan. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan psikologis yang konsisten, komunikasi keluarga yang baik, serta intervensi profesional seperti konseling anak dan konseling keluarga untuk meminimalkan dampak negatif tersebut. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pendampingan anak pasca perceraian dan mendorong penelitian lanjutan mengenai model intervensi yang lebih efektif.
Copyrights © 2025