Perkembangan media sejak awal 2000 hingga 2020-an telah mengubah cara remaja mengakses informasi dan belajar dalam pendidikan IPS. Media satu arah berkembang menjadi ruang interaktif yang memengaruhi pemahaman sosial remaja. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis sinkronis dan diakronis, penelitian ini menunjukkan bahwa platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok menjadi sarana belajar sekaligus partisipasi digital. Terdapat pergeseran dari pembelajaran pasif menuju pembelajaran partisipatif, sehingga remaja juga berperan sebagai produsen konten. Literasi media menjadi kunci untuk menghadapi kompleksitas informasi. Dalam pembelajaran IPS, media massa menawarkan peluang pembelajaran yang kontekstual namun juga membawa tantangan seperti hoaks dan tekanan sosial. Karena itu, penggunaan media perlu diarahkan secara kritis agar membantu remaja berpikir reflektif dan beradaptasi dengan perubahan sosial.
Copyrights © 2025