Pemanfaatan layanan rawat jalan merupakan indikator penting dalam menilai akses dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan dan pernah melakukan rawat jalan dalam sebulan terakhir di tiga kabupaten di Provinsi Lampung periode 2020–2024. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder. Data yang digunakan merupakan data agregat dari Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Tahun 2024 yang mencakup Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan nilai persentase tiap tahun, menghitung rata-rata perubahan, serta mengidentifikasi tren peningkatan atau penurunan selama periode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika pemanfaatan layanan rawat jalan pada ketiga kabupaten. Rata-rata persentase mengalami penurunan dari 44,17% pada tahun 2020 menjadi 31,81% pada tahun 2022, kemudian meningkat kembali menjadi 36,50% pada tahun 2024. Kabupaten Lampung Timur menunjukkan pola fluktuatif dengan penurunan tajam pada tahun 2022 dan peningkatan kembali pada tahun 2024. Kabupaten Lampung Tengah memperlihatkan tren penurunan bertahap yang relatif stabil, sedangkan Kabupaten Lampung Utara mengalami penurunan paling signifikan pada tahun 2023 sebelum meningkat kembali pada tahun berikutnya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan rawat jalan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain akses layanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi, ketersediaan fasilitas kesehatan, serta kepemilikan jaminan kesehatan.
Copyrights © 2026