Jurnal Rekayasa Hijau
Vol 10, No 1 (2026)

Erosion Rate Analysis Using the SWAT Application and Land Conservation Directions in the Babon Watershed

Ardiningrum, Nadia Fidela (Unknown)
Andawayanti, Ussy (Unknown)
Asmaranto, Runi (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 May 2026

Abstract

ABSTRAKDaerah aliran sungai (DAS) Babon merupakan salah satu DAS sistem Dolok-Penggaron yang sering mengalami banjir, salah satunya disebabkan oleh meningkatnya debit akibat perubahan tata guna lahan yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan yang menjadi pemicu terjadinya peningkatan erosi dan sedimentasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis nilai laju erosi, sedimentasi, serta sebaran Indeks Bahaya Erosi (IBE) di DAS Babon sebagai dasar penentuan skenario konservasi lahan yang optimal. Metode yang digunakan dalam studi ini yaitu Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) sebagai dasar perhitungan nilai sedimentasi secara langsung dan nilai laju erosi yang aktual dalam model SWAT. Metode ini mengoptimalkan ketersediaan data historis volume aliran permukaan serta citra satelit yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) di DAS Babon sebagai dasar dalam penyusunan arahan konservasi. Hasil analisis menunjukkan penurunan laju erosi 31,222 ton/ha/tahun pada tahun 2019 menjadi 23,305 ton/ha/tahun pada tahun 2022, namun masih terdapat sebaran IBE dari kategori sedang hingga tinggi. Dengan penerapan kombinasi konservasi vegetatif dan mekanik mampu menurunkan wilayah IBE “Tinggi” (100%) dari eksisting dan mereduksi laju erosi sebesar 21,29 % menjadi 18,465 ton/ha/tahun. hasil ini membuktikan bahwa penanganan dengan konservasi lahan efektif dalam menekan laju erosi dan menjaga stabilitas dan fungsi hidrologis DAS Babon secara berkelanjutan.Kata kunci: Erosi, Indeks Bahaya Erosi, Konservasi Lahan, Check Dam, Sedimentasi ABSTRACTThe Babon watershed is one of the watersheds in the Dolok-Penggaron system that frequently experiences flooding, which is partly caused by increased discharge resulting from land-use changes that do not align with regional functions, triggering an increase in erosion and sedimentation. This study aims to analyze the erosion rate, sedimentation, and the distribution of the Erosion Hazard Index (EHI) in the Babon watershed as a basis for determining optimal land conservation scenarios. The method used in this study is the Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) as the basis for direct calculation of sedimentation values and actual erosion rate values in the SWAT model. This method optimizes the availability of historical surface runoff volume data and satellite imagery integrated with Geographic Information Systems (GIS) in the Babon watershed as a basis for formulating conservation directives. The analysis results show a decrease in the erosion rate from 31.222 tons/ha/year in 2019 to 23.305 tons/ha/year in 2022, although there is still a distribution of EHI ranging from moderate to high categories. The application of a combination of vegetative and mechanical conservation is capable of reducing "High" EHI areas (100%) from existing conditions and reducing the erosion rate by 21.29% to 18.465 tons/ha/year. These results prove that land conservation management is effective in suppressing erosion rates and maintaining the stability and hydrological functions of the Babon watershed sustainably.Keywords: Erosion, Erosion Hazard Index, Land Conservation, Check dam, Sedimentation.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

rekayasahijau

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Earth & Planetary Sciences

Description

Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan. ...