Pola napas tidak efektif menjadi permasalahan yang erat kaitannya dengan asma bronkial di dunia hingga saat ini. Upaya pengembangan intervensi keperawatan pada pasien asma bronkial terus dilakukan untuk memperbaiki fungsi respirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien dengan pola napas tidak efektif akibat asma bronkial. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif eksploratif pada seorang pasien rawat inap dengan diagnosa medis asma bronkial di RSUD dr. R. Soedarsono. Intervensi yang diberikan adalah diaphragmatic breathing exercise (DBE), yaitu latihan pernapasan dengan mengoptimalkan gerakan diafragma guna meningkatkan ventilasi paru. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 10 menit setiap sesi dan disertai pemantauan frekuensi pernapasan, saturasi oksigen, serta suara napas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan berupa penurunan RR dari 25x/menit menjadi 21x/menit, peningkatan SpO₂ dari 94% menjadi 99%, dan berkurangnya wheezing. Penerapan DBE secara rutin dan terstruktur bermanfaat dalam menangani pola napas tidak efektif pada pasien asma bronkial dan dapat dijadikan intervensi keperawatan untuk mendukung pemulihan fungsi respirasi secara optimal.
Copyrights © 2025