Komunikasi dalam berorganisasi adalah faktor penting dalam menentukan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis cara-cara komunikasi organisasi, perilaku organisasi, dan partisipasi publik dalam program pemberdayaan komunitas/masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Hasil studi menunjukkan bahwa pola komunikasi organisasi masih belum optimal, ditandai dengan dominasi komunikasi vertikal yang bersifat satu arah, ketimpangan distribusi informasi, serta minimnya pemanfaatan media komunikasi modern. Kondisi tersebut berdampak pada terbentuknya perilaku organisasi yang tidak merata, di mana sebagian anggota aktif sementara lainnya cenderung pasif. Partisipasi publik tergolong cukup baik pada tahap pelaksanaan, namun masih rendah pada tahap perencanaan dan evaluasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi organisasi memiliki peran sentral dalam membentuk perilaku organisasi dan meningkatkan partisipasi publik. Penelitian ini membantu meningkatkan metode komunikasi organisasi partisipatif dalam program pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2026