Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit utama penyebab kematian balita di Indonesia. Salah satu gejalanya yang umum adalah batuk berdahak yang dapat mengganggu bersihan jalan napas anak. Terapi nonfarmakologis seperti penggunaan rebusan jahe dan madu telah terbukti secara empiris membantu mengurangi gejala tersebut. Tujuan: Mengetahui pengetahuan masyarakat mengenai terapi rebusan jahe dan madu dalam menurunkan frekuensi batuk pada anak ISPA. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan kepada orang tua dan anak penderita ISPA di di Lorong Beringin Jaya RT 19, RW 05, No.488, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pembuatan rebusan jahe dan madu, serta observasi hasil intervensi selama 1 hari. Hasil: rata-rata pengetahuan responden sebelum edukasi sebesar 58,56, sedangkan rata-rata pengetahuan setelah edukasi sebesar 89,75, dengan perbedaan rerata sebelum dan setelah edukasi sebesar 31,19. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang terapi rebusan jahe dan madu dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menurunkan frekuensi batuk pada anak ISPA. Saran: Bagi penulis selanjutnya dapat menggunakan terapi alternatif lainnya untuk mengatasi batuk pada anak.
Copyrights © 2026