Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal cerita operasi bilangan bulat ditinjau dari jenis kelamin dan mendeskripsikan profil berpikir kritis tiap kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain Mixed-Methods Integrated Convergent (MIC). Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Tallo yang berjumlah 21 orang, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Data kuantitatif diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis berbasis soal cerita yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas, homogenitas, dan Independent Samples T-Test pada taraf signifikansi 0,05. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap dua subjek terpilih, dianalisis melalui transkripsi, pengkodean, dan konversi skor menggunakan rubrik yang sama, lalu diintegrasikan dengan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa perempuan dan laki-laki, dengan rata-rata skor perempuan (M = 82,60) lebih tinggi dibandingkan laki-laki (M = 78,36). Perbedaan signifikan ditemukan pada indikator analisis dan evaluasi, sedangkan interpretasi dan inferensi tidak berbeda signifikan. Integrasi data menunjukkan siswa perempuan lebih konsisten memenuhi seluruh indikator berpikir kritis, sementara siswa laki-laki mengalami kesulitan pada tahap pemodelan matematika. Penelitian ini mendesak untuk dilakukan mengingat Indonesia menempati peringkat ke-70 dari 81 negara pada PISA 2022 bidang matematika, mencerminkan defisiensi sistemik dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Kesenjangan berpikir kritis berbasis gender yang belum banyak dikaji menjadi hambatan serius dalam merancang intervensi pembelajaran yang tepat sasaran. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan pengembangan strategi pembelajaran inklusif dan responsif gender demi mendukung perkembangan berpikir kritis seluruh siswa secara optimal.
Copyrights © 2026