Di Indonesia, tanaman kelor dikenal sebagai tanaman pagar yang mana tanaman tersebut banyak ditemukan di tingkat rumah tangga. Oleh karena itu, tanaman kelor sangat mudah didapatkan namun pemanfaatan tanaman kaya zat gizi ini masih kurang. Berbagai olahannya, olahan tepung daun kelor memiliki kandungan gizi lebih dibandingkan dengan daun kelor segar. Jumlah kandungan nutrisi pada tepung daun kelor yaitu zat besi sebesar 60 mg/100 g, energi sebesar 358 kkal/100 g, kandungan protein 26,3%, kandungan karbohidrat 48,4% dan lemak sebesar 6,57% (Krisnadi, 2015: 26-30). Berbagai Produk olahan dari tepung daun kelor sudah banyak ditemukan, salah satunya adalah produk mie. Program Pelatihan dengan tema Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Produk Mie Daun Kelor Masyarakat Di Desa Unnamed Road Bonggoeya, Kec. Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini merupakan salah satu pembelajaran bagi mahasiswa untuk dapat turun langsung membantu dan memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai bagaimana cara memanfaatkan daun kelor menjadi produk yang bernilai ekonomis. Pemahaman masyarakat tentang pengolahan daun kelor masih terbatas karena mereka hanya melakukan perebusan untuk dikonsumsi, padahal banyak ide kreatif yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas gizi pangan. Contoh pengolahan daun kelor menjadi miemenjadi ide yang dapat dikembangkan oleh masyarakat, karena tidak membutuhkan biaya yang besar serta mudah dibuat di rumah masing-masing warga. Peserta kegiatan sangat senang karena kegiatan ini memberikan pemahaman dan referensi baru bagi masyarakat dalam pemanfaatan daun kelor.
Copyrights © 2026