Latar Belakang: Limbah cair yang dihasilkan oleh rumah sakit dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, harus diolah melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Meskipun Rumah Sakit Pelita Kasih Sangatta menggunakan IPAL untuk mengolah limbah cairan, efektivitas sistem ini harus secara khusus dievaluasi untuk parameter BOD, COD, dan Amonia. Metode: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan metode observasional yang bertujuan menemukan kemampuan IPAL dalam mengurangi kadar BOD, COD dan Amonia. Pengujian dilakukan pada limbah cair bagian inlet dan outlet IPAL. Sampel akan diuji di laboratorium terpilih. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kadar BOD menurun dari 56,71 mg/L menjadi 17,34 mg/L dan COD dari 230,21 mg/L menjadi 38,43 mg/L. Masing-masing parameter memenuhi baku mutu sesuai Permen LHK No. 68 Tahun 2016. Namun, kadar amonia mengalami penurunan dari 51,41 mg/L menjadi 37,86 mg/L, masih melebihi ambang batas yang ditetapkan. Kesimpulan: IPAL sangat efektif ketika mengurangi BOD dan COD, tetapi proses pengolahan Amonia tidak optimal.. Kata kunci : IPAL, BOD, COD, amonia, limbah cair.
Copyrights © 2026