Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi pertanian di beberapa provinsi di Indonesia dengan menggunakan pendekatan data panel. Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, baik sebagai penyedia bahan pangan maupun penyerap tenaga kerja. Namun, produktivitas sektor ini masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan, fluktuasi iklim, dan ketimpangan infrastruktur antarwilayah. Oleh karena itu, analisis berbasis data panel digunakan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai dinamika produksi pertanian antarprovinsi dan antarwaktu. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2015–2023 untuk 34 provinsi di Indonesia. Variabel yang digunakan meliputi produksi pertanian sebagai variabel dependen, serta luas lahan, tenaga kerja, penggunaan pupuk, dan investasi pertanian sebagai variabel independen. Analisis dilakukan dengan metode regresi data panel menggunakan model Fixed Effect Model (FEM) dan Random Effect Model (REM), kemudian diuji dengan Hausman Test untuk menentukan model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi pertanian, sedangkan penggunaan pupuk dan investasi pertanian berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Secara keseluruhan, model Fixed Effect memberikan hasil estimasi yang lebih baik dibandingkan Random Effect, menunjukkan adanya perbedaan karakteristik antarprovinsi dalam memengaruhi tingkat produksi pertanian. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan berbasis wilayah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian nasional.
Copyrights © 2025