Kemandirian pangan desa merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Namun, masih banyak desa yang menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan sumber daya pertanian, akses teknologi, serta kemampuan manajerial petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pemberdayaan petani yang dapat meningkatkan kemandirian pangan di tingkat desa melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods, dengan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta penyebaran kuesioner kepada 120 petani di tiga desa percontohan. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif-kualitatif untuk menggali proses pemberdayaan dan analisis statistik inferensial untuk mengukur dampak model terhadap tingkat kemandirian pangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemberdayaan petani yang berbasis pada peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal mampu meningkatkan kemandirian pangan desa secara signifikan. Terdapat peningkatan 32% dalam produksi pangan lokal, 28% peningkatan pendapatan petani, serta penguatan jejaring sosial dan ekonomi antarpetani. Selain itu, penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan berkelanjutan terbukti memperkuat kemampuan petani dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan usaha tani. Model ini dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah dan lembaga pendamping dalam merancang program pembangunan pertanian yang berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan pangan desa.
Copyrights © 2024