Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis yang menentukan stabilitas sosial, ekonomi, dan politik suatu negara. Di era krisis global yang ditandai oleh perubahan iklim ekstrem, pandemi, konflik geopolitik, serta disrupsi rantai pasok dunia, ketahanan pangan nasional Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ketahanan pangan nasional dengan meninjau dimensi ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan stabilitas pangan dalam konteks dinamika global. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pangan Nasional, FAO, dan BPS. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan sumber daya alam yang melimpah, masih terdapat kerentanan pada aspek distribusi, efisiensi produksi, dan ketergantungan impor bahan pangan tertentu seperti gandum dan kedelai. Krisis global memperburuk situasi melalui kenaikan harga energi dan pupuk yang berdampak langsung pada biaya produksi pangan. Selain itu, perubahan iklim mengakibatkan ketidakpastian hasil panen yang berimplikasi pada fluktuasi pasokan domestik. Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan lokal, pengembangan sistem logistik nasional, serta transformasi digital pertanian menunjukkan hasil positif namun perlu dioptimalkan dengan kolaborasi lintas sektor. Kesimpulannya, ketahanan pangan nasional di era krisis global memerlukan strategi adaptif yang berkelanjutan, mencakup peningkatan produktivitas berbasis teknologi, perlindungan lahan pertanian, dan penguatan cadangan pangan strategis. Dengan demikian, Indonesia dapat lebih tangguh menghadapi ketidakpastian global dan mewujudkan kemandirian pangan yang berkeadilan.
Copyrights © 2026