Modifikasi geometri ruang bakar untuk merekayasa rasio kompresi merupakan pendekatan teknis dalam upaya optimalisasi efisiensi termal pada motor bakar pembakaran dalam (Internal Combustion Engine). Penelitian ini menyajikan analisis mengenai pengaruh variasi rasio kompresi terhadap karakteristik performa (torsi dan daya) serta emisi gas buang pada mesin bensin satu silinder berkapasitas 110 cc dengan sistem pengabutan karburator. Pendekatan eksperimental kuantitatif dilakukan dengan menguji tiga konfigurasi rasio kompresi: 8,9:1 (penurunan rasio/dekompresi), 9,3:1 (spesifikasi standar pabrikan), dan 9,7:1 (peningkatan rasio kompresi). Evaluasi performa mekanis diukur menggunakan instrumen chassis dynamometer, sementara konsentrasi polutan gas buang dianalisis menggunakan five-gas analyzer dengan mengacu pada metode keseimbangan atom karbon (Carbon Balance Method). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan rasio kompresi 9,7:1 menghasilkan luaran performa tertinggi, mencatatkan daya puncak sebesar 2,618 kW pada putaran mesin 6500 RPM (peningkatan sebesar 1,87% dari standar) dan torsi maksimum sebesar 8,22 Nm pada putaran 5750 RPM (peningkatan sebesar 7,12%). Sebaliknya, penurunan kompresi ke rasio 8,9:1 berdampak pada penurunan daya puncak menjadi 2,202 kW. Meskipun peningkatan rasio kompresi terbukti mampu menaikkan efisiensi volumetrik dan memicu peningkatan performa mekanis, modifikasi tersebut menghasilkan efek termodinamika sekunder berupa anomali pembakaran. Peningkatan tekanan mempersempit area sisa (clearance volume), yang memicu peningkatan efek wall quenching dan menjebak molekul bahan bakar pada crevice volume. Kondisi ini, diiringi dengan sifat bahan bakar uji, menyebabkan peningkatan emisi Hidrokarbon (HC) hingga mencapai 300 ppm. Analisis ini menyimpulkan bahwa peningkatan performa mekanis melalui modifikasi rasio kompresi pada mesin berkapasitas kecil mensyaratkan penyesuaian stoikiometri dan spesifikasi bahan bakar yang presisi guna menekan pembentukan emisi polutan.
Copyrights © 2026