Latar Belakang: Kanker payudara salah satu penyebab angka kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Hal ini karena penderita melakukan pemeriksaan sudah di stadium lanjut. Penderita kanker payudara banyak ditemukan pada kelompok usia muda yang tidak sedikit remaja putri memiliki tumor di payudaranya, dimana tumor tersebut memiliki potensi sebagai kanker apabila tidak segera terdeteksi sejak dini. Skrining kanker payudara sejak dini dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk mengetahui stadium awal kanker payudara, sehingga dapat segera dilakukan pengobatan secara dini. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi SADARI terhadap deteksi dini kanker payudara pada remaja. Metode: Adalah kuantitatif. Dengan metode yang digunakan yaitu : Pra Experimen (one-group-pre-post-test desaign), pendekatan yang digunakan yaitu survei. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi SADARI terhadap peningkatan pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada remaja usia 18-21 tahun. Skor post-test signifikan lebih tinggi dibandingkan skor pre-test untuk kedua pasangan data, menunjukkan efektivitas intervensi. Pada hasil output yang diberikan, nilai p-value atau tingkat signifikansi pada kolom Sig. (2-tailed). Pair 1, nilai p-value adalah 0,000, dan Pair 2, nilai p-value 0,000. Simpulan: bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel sebelum dan sesudah pemberian edukasi SADARI terhadap pengetahuan deteksi dini kanker payudara remaja.
Copyrights © 2026