Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dan berkelanjutan. Konsumsi obat antihipertensi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kecemasan seperti kekhawatiran terhadap efek samping obat, ketergantungan, serta dampak jangka panjang terapi. Kondisi ini berpotensi memengaruhi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan konsumsi obat jangka panjang dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Instrumen yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan serta Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk menilai tingkat kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden terbanyak mengalami kecemasan berat (44.9%), dan mayoritas responden memiliki tingkat kepatuhan rendah (65.2%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara kecemasan konsumsi obat jangka panjang dengan kepatuhan minum obat (p=0.004). Tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan edukasi kesehatan serta memberikan dukungan psikososial untuk menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan kepatuhan terapi pada pasien hipertensi.
Copyrights © 2026