UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih lemah dalam praktik pencatatan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana praktik pencatatan keuangan UMKM di Kabupaten Sumenep pada era modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, menggunakan data dari jurnal, laporan pemerintah, BPS, dan sumber lain yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM di Sumenep belum memiliki pencatatan keuangan yang rapi dan masih mencampur keuangan pribadi dengan usaha. Hambatan yang dihadapi antara lain rendahnya pemahaman akuntansi, keterbatasan teknologi, dan budaya usaha tradisional. Namun, adanya dorongan digitalisasi, pelatihan, serta pertumbuhan ekonomi daerah menjadi faktor pendukung perbaikan. Pencatatan keuangan yang baik dapat membantu UMKM lebih mudah mengakses modal, menjaga keberlanjutan, dan meningkatkan daya saing.
Copyrights © 2026