Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat pada kelompok lansia, termasuk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lamno. Faktor yang berperan terhadap tingginya kejadian dan komplikasi hipertensi pada lansia meliputi tingkat pengetahuan tentang hipertensi, status gizi, dan kemampuan self-management dalam pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan, status gizi, dan self-management dengan kejadian hipertensi pada lansia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 200 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan pengukuran antropometri. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 75–89 tahun, dengan mayoritas memiliki pengetahuan kurang, status gizi overweight, dan self-management yang rendah. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (nilai p = 0,000; OR=17,7), status gizi (nilai p = 0,000; OR=22,5), dan self-management (nilai p = 0,000; OR=19,9) dengan kejadian hipertensi derajat 2. Lansia dengan pengetahuan buruk, status gizi overweight, dan self-management rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi derajat 2 dibandingkan kelompok lainnya. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi terpadu melalui peningkatan edukasi kesehatan, pengelolaan gizi, serta penguatan kemampuan self-management untuk mencegah perburukan hipertensi pada lansia.
Copyrights © 2026