Masa nifas merupakan periode yang sering menimbulkan kecemasan karena adanya perubahan peran dan tanggung jawab baru. Sebagian ibu mampu beradaptasi dengan baik, namun banyak pula yang mengalami kecemasan bahkan depresi. Kondisi ini sering kali tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara optimal. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan melalui edukasi dan skrining kecemasan untuk mendeteksi masalah serta mencegah dampak psikologis yang lebih berat. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan melalui edukasi dan skrining kecemasan sebagai upaya promotif dan preventif. Pendekatan yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan metode ceramah, tanya jawab, serta pemutaran video animasi. Kegiatan dilaksanakan di Kota Denpasar pada Juli 2025. Metode meliputi persiapan, edukasi kesehatan menggunakan video animasi, pretest–posttest untuk mengukur pengetahuan, serta skrining kecemasan. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan analisis data. Program dilaksanakan oleh tim dari ITEKES Bali dengan partisipasi aktif ibu nifas. Sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang sebanyak 26 orang (52%), setelah diberikan edukasi menurun drastis dari menjadi hanya 4 orang (8%). Hampir setengahnya peserta skrining kecemasan mengalami kecemasan ringan selama masa nifas sebanyak 23 orang ibu nifas (46%). Edukasi dan skrining kecemasan efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas dan cakupan skrining serta mendukung upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kebidanan. Kata kunci : Kecemasan, Ibu Nifas, Edukasi Kesehatan, Skrining
Copyrights © 2026