Penelitian ini mengeksplorasi peran strategis kearifan lokal dalam konservasi lingkungan sebagai respons terhadap degradasi ekosistem global dan perubahan iklim. Di tengah dominasi pendekatan sains modern, kearifan lokal yang mencakup nilai, norma, dan praktik tradisional terbukti mampu menjaga keseimbangan alam secara berkelanjutan. Melalui metode tinjauan literatur, kajian ini menganalisis bagaimana praktik turun-temurun, seperti pengelolaan hutan adat dan ritual budaya, berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal ke dalam kebijakan pembangunan nasional sangat efektif dalam memperkuat stabilitas sosial-ekonomi dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi antara pengetahuan lokal dan kebijakan formal guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif bagi generasi mendatang.
Copyrights © 2026