Kemajuan teknologi digital yang pesat di dunia rumahan tidak selalu ditunjang dengan kesiapan tehnis pemakainya, sehingga menimbulkan fenomena kesenjangan dalam literasi digital.Kelompok ibu-ibu PKK sendiri adalah manajer utama dalam dunia keluarga dan merupakan sasaran empuk yang diperebutkan oleh para pelaku kejahatan siber yang ingin mendapatkan akses internet dan juga para pelaku kejahatan yang akan memanfaatkan akses jaringan internet untuk melakukan tindak pidana lainnya karena kurangnya pemahaman terhadap jaringan dasar. Kegiatan Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk melakukan kajian implementasi jaringan dan juga melakukan edukasi mengenai strategi internet aman bagi anggota PKK. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Technology Development (PTD) yang meliputi empat tahap yaitu Observasi Diagnostik, Penyajian Materi Teoretik, dan Hardware Walkthrough, dan Hands-On Experiences.Dalam pelatihan ini terdapat dua teknik yang diajarkan yaitu mengamankan gateway dengan mengganti kata sandi default menjadi kata sandi yang kuat dan juga menggunakan teknologi MAC Address Filtering untuk membatasi akses jaringan internet anak ke perangkat tertentu. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam ketrampilan teknis peserta pelatihan dimana 100% dari peserta berhasil melakukan konfigurasi ulang desain simulasi perangkat mereka sendiri.Selain pembahasan pada kegiatan pengabdian ini, peserta juga membahas bahwa dengan memiliki literasi digital yang kuat ini menjadi nilai tambah karena ketertarikan peserta untuk memanfaatkan teknologi untuk bisa memberdayakan diri dalam hal kreatif untuk dunia usaha menggunakan platform digital.Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi teknologi informasi dengan melibatkan aspek teknis langsung menjadi kunci dalam menciptakan dunia domestik yang aman, disiplin dan juga produktif secara ekonomi di zaman informasi ini.
Copyrights © 2026