Era digital telah mengubah pola komunikasi dan akses informasi, termasuk dalam dunia pendidikan. Media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana pendukung pembelajaran, namun pemanfaatannya di sekolah-sekolah daerah masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial sebagai sarana pendukung pembelajaran di SMK PGRI Muaradua pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa, 6 guru, dan 1 wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp merupakan platform paling dominan (100%), namun pemanfaatannya masih terbatas pada pengiriman tugas satu arah. Frekuensi penggunaan media sosial untuk pembelajaran hanya 2-3 kali per minggu (25%), jauh di bawah penggunaan untuk hiburan (85%). Hambatan utama meliputi ketidakstabilan jaringan (75%), keterbatasan kuota (68%), rendahnya kompetensi digital guru (92% membutuhkan pelatihan), serta distraksi konten hiburan (70%). Persepsi guru dan siswa terhadap integrasi media sosial positif secara konseptual, tetapi belum didukung oleh kebijakan sekolah dan keterampilan teknis yang memadai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial di SMK PGRI Muaradua belum optimal sebagai sarana pendukung pembelajaran. Diperlukan pelatihan pedagogi digital bagi guru, strategi pembelajaran luring-daring terpadu, kontrak belajar digital, serta pengembangan konten lokal yang kontekstual agar potensi media sosial dapat dimaksimalkan di era digital.
Copyrights © 2026