Abstrak Petani tambak bandeng di Desa Meunasah Asan, Kabupaten Aceh Timur, menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan kinerja usaha dan kesejahteraan masyarakat pascakonflik. Pemberdayaan, praktik ekonomi hijau, pemanfaatan keunggulan lokal, dan dukungan pemangku kepentingan menjadi faktor penting yang memengaruhi produktivitas dan keberlanjutan usaha tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model pemberdayaan yang diterapkan terhadap petani tambak serta strategi penguatan berbasis ekonomi hijau dan keunggulan lokal. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap tujuh kategori informan kunci, yaitu petani, pendamping kelompok, pemerintah desa, lembaga keuangan, akademisi, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta pihak swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan melalui pelatihan manajerial, akses pasar, dan dukungan modal meningkatkan kapasitas usaha dan kemandirian petani. Praktik ekonomi hijau dan pemanfaatan keunggulan lokal seperti kualitas air, bibit unggul, dan budaya gotong royong berkontribusi pada produktivitas, efisiensi, dan daya saing usaha. Sinergi antaraktor membentuk ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan, menghasilkan peningkatan kinerja usaha. Kata kunci: Pemberdayaan, Ekonomi Hijau, Keunggulan Lokal, Kinerja Usaha, Kesejahteraan Masyarakat
Copyrights © 2026