Industri layanan purnajual otomotif roda dua di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan kualitas servis dan efisiensi operasional di tengah persaingan yang semakin ketat. PT Daya Anugrah Mandiri (Daya Motor) cabang Surabaya sebagai salah satu jaringan bengkel resmi AHASS (Astra Honda Authorised Servis Station) menghadapi permasalahan hambatan kerja (bottleneck) dan variabilitas kualitas layanan yang berdampak pada kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan metode Quality Control Circle (QCC) dengan Statistical Process Control (SPC) dan kerangka kerja Design for Six Sigma (DFSS) guna meningkatkan kinerja operasional bengkel secara sistematis. Metodologi penelitian yang digunakan mengikuti siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) yang diperkuat dengan pendekatan DMADV (Define-Measure-Analyze-Design-Verify) dari Six Sigma. Penggunaan SPC difokuskan pada pemetaan kontrol kualitas proses servis melalui peta kendali (control charts) dan diagram Pareto untuk mengidentifikasi cacat atau kegagalan servis yang dominan. Integrasi DFSS diaplikasikan untuk merancang ulang proses atau prosedur operasional yang lebih presisi guna meminimalisir kesalahan dari tahap desain layanan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah terciptanya usulan perbaikan kerja yang mampu menurunkan tingkat pengerjaan ulang (rework), mempercepat waktu siklus servis (servis lead time), dan meningkatkan produktivitas mekanik. Implementasi integrasi metode ini diharapkan tidak hanya memberikan solusi teknis pada lini produksi servis, tetapi juga membangun budaya kerja kolaboratif melalui Gugus Kendali Mutu (GKM) yang berkelanjutan, sehingga mampu memperkuat daya saing PT Daya Anugrah Mandiri di pasar Surabaya yang dinamis.
Copyrights © 2026