This study aims to comprehensively examine the Qur’anic exegesis Hidayatul Insan bi Tafsir Al-Qur'an written by Abu Yahya Marwan bin Musa, focusing on its writing systematics, sources of interpretation, methodology, style, and overall characteristics. This research employs a qualitative library-based approach, using the tafsir as the primary source and supported by relevant secondary literature. The findings reveal that this tafsir follows the mushafi order, presenting verses systematically through the sequence of Qur’anic text, translation, explanation, and the use of footnotes. In terms of sources, it integrates the Qur’an, hadith, narrations of companions and successors, as well as references from classical and contemporary tafsir works. Methodologically, the work combines both tahlili and ijmali approaches flexibly depending on interpretative needs. The interpretative style tends to reflect a salafi orientation with a strong emphasis on da‘wah and educational purposes, characterized by concise, practical, and accessible explanations. Therefore, this tafsir can be categorized as a contemporary exegesis that seeks to simplify the understanding of the Qur’an for a broader audience, although it shows limitations in terms of in-depth analysis and comparative discussion. In the broader landscape of Indonesian Qur’anic exegesis, this work contributes a distinctive salafi-textual model that complements existing tafsir traditions dominated by the adabi ijtima’i approach, thereby enriching the methodological diversity of contemporary Indonesian tafsir scholarship. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif kitab Hidayatul Insan bi Tafsir Al-Qur'an karya Abu Yahya Marwan bin Musa, dengan fokus pada aspek sistematika penulisan, sumber penafsiran, metodologi, corak, serta karakteristik tafsirnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menjadikan kitab tafsir tersebut sebagai sumber primer, serta didukung oleh berbagai literatur terkait sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir ini disusun dengan menggunakan tartib mushafi dan memiliki sistematika yang sistematis melalui penyajian ayat, terjemahan, penjelasan, serta penggunaan catatan kaki. Dari sisi sumber, tafsir ini menggabungkan antara al-Qur’an, hadis, riwayat sahabat dan tabi’in, serta rujukan dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer. Secara metodologis, tafsir ini memadukan metode tahlili dan ijmali secara fleksibel sesuai kebutuhan penafsiran. Adapun coraknya cenderung bercorak salafi dengan orientasi dakwah dan edukatif, yang ditandai dengan penyajian yang ringkas, praktis, dan mudah dipahami. Dengan demikian, tafsir ini dapat dikategorikan sebagai tafsir kontemporer yang berupaya menyederhanakan pemahaman Al-Qur’an bagi masyarakat luas, meskipun memiliki keterbatasan dalam aspek analisis yang mendalam dan pendekatan komparatif. Dalam konteks perkembanagan tafsir di Indonesia, tafsir ini berkontribusi sebagai model penafsiran bercorak salafi-tekstual yang melengkapi tradisi tafsir yang selama ini didominasi oleh pendekatan adabi ijtima’i, sehingga memperkaya keragaman metodologis dalam khazanah tafsir kontemporer Indonesia.
Copyrights © 2026