Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-audit, teknologi audit berbasis AI, blockchain, big data analytics, dan keahlian auditor terhadap deteksi fraud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang ada di Kantor Akuntan Publik (KAP) di Surakarta dan Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 55 responden yang tersebar di 10 KAP. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan diolah menggunakan SPSS dengan serangkaian uji statistik yang meliputi uji instrumen, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi gambaran mengenai sejauh mana teknologi informasi mampu memperkuat peran auditor dalam deteksi fraud.
Copyrights © 2026