Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh tingkat literasi keuangan, inklusi keuangan, gaya hidup, serta mental accounting generasi muda. Topik ini penting dikaji mengingat masih banyak individu yang menunjukkan perilaku keuangan kurang bijak meskipun akses layanan keuangan semakin luas. Metode kuantitatif diterapkan pada penelitian ini dengan sumber data primer melalui survei berbasis kuesioner. Analisis data memakai regresi linier berganda. Hasil analisis membuktikan financial literacy dan mental accounting berdampak secara positif dan signifikan pada financial behavior. Sebaliknya, financial inclusion dan lifestyle tidak berdampak secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan pemahaman keuangan dan kemampuan individu dalam mengelola serta mengelompokkan keuangan secara mental berperan penting dalam membentuk pola pengeloaan keuangan yang rasional, terencana dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026