Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh volatilitas harga aset kripto terhadap stabilitas nilai tukar di Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM) yang dilengkapi dengan Impulse Response Function (IRF) guna menangkap dinamika hubungan jangka pendek dan jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas harga Bitcoin dan Ripple memiliki pengaruh signifikan terhadap stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang, sementara dampaknya dalam jangka pendek tidak signifikan. Sebaliknya, volatilitas harga Ethereum terbukti berpengaruh signifikan terhadap stabilitas nilai tukar baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Adapun volatilitas harga Binance Coin dan Tether tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas nilai tukar. Perbedaan pengaruh tersebut mengindikasikan bahwa karakteristik masing-masing aset kripto berperan dalam menentukan keterkaitannya dengan stabilitas nilai tukar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pembuat kebijakan dan pelaku pasar dalam memahami hubungan antara pasar kripto dan kondisi makroekonomi.
Copyrights © 2026