Kecurangan laporan keuangan merupakan salah satu bentuk fraud yang memiliki dampak paling signifikan terhadap kepercayaan pemangku kepentingan dan stabilitas pasar modal. Perusahaan sektor manufaktur memiliki karakteristik operasional yang kompleks, penggunaan estimasi akuntansi yang tinggi, serta struktur organisasi yang relatif besar, sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kecurangan laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai indikasi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sektor manufaktur dengan menggunakan pendekatan Fraud Pentagon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Analisis dilakukan secara naratif dengan mengaitkan temuan deskriptif terhadap lima elemen Fraud Pentagon, yaitu pressure, opportunity, rationalization, competence, dan arrogance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikasi kecurangan laporan keuangan pada sektor manufaktur tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan merupakan hasil interaksi antara tekanan kinerja keuangan, peluang akibat kelemahan pengendalian internal dan pengawasan, rasionalisasi manajerial terhadap kebijakan akuntansi, kompetensi teknis manajemen dalam pengelolaan pelaporan keuangan, serta sikap arogansi manajemen puncak. Penelitian ini menegaskan bahwa Fraud Pentagon merupakan kerangka analisis yang relevan untuk mengidentifikasi potensi kecurangan laporan keuangan secara konseptual dan indikatif. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur kecurangan laporan keuangan serta menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pengawasan dan tata kelola perusahaan.
Copyrights © 2026