Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya perusahaan terhadap sustainability reporting quality pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Meskipun kewajiban pelaporan keberlanjutan telah diatur melalui regulasi, kualitas laporan keberlanjutan antar perusahaan masih menunjukkan variasi, yang mengindikasikan adanya peran faktor internal perusahaan, khususnya budaya organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausalitas. Sampel penelitian terdiri dari 156 observasi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya klan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap sustainability reporting quality, sedangkan budaya pasar berpengaruh positif dan signifikan. Sementara itu, budaya adhokrasi dan budaya hierarki tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keberlanjutan, sehingga hipotesis yang diajukan untuk kedua variabel tersebut ditolak. Temuan ini menegaskan bahwa pengaruh budaya perusahaan terhadap kualitas pelaporan keberlanjutan bersifat bervariasi sesuai dengan orientasi nilai yang dianut perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa perusahaan perlu mengelola budaya organisasi secara strategis, khususnya dengan memperkuat orientasi eksternal, guna meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan.
Copyrights © 2026