Influencer media sosial memainkan peran penting dalam pemasaran dengan memperkenalkan produk kepada para pengikutnya. Penelitian ini mengkaji bagaimana influencer Instagram memengaruhi interaksi parasosial konsumen (Parasocial Interaction/PSI) dalam hubungan antara persepsi nilai dan niat beli. Meskipun konsumen dipengaruhi oleh daya tarik (sosial dan fisik) influencer media sosial dalam membentuk PSI, penelitian mengenai pengaruh PSI terhadap pembelian produk mewah di Thailand masih terbatas. Penelitian ini menelaah hubungan antara PSI dan persepsi nilai pengikut terhadap produk fashion mewah (nilai sosial, personal, dan konspikua) di media sosial. Metode structural equation modeling digunakan untuk menguji hipotesis melalui survei daring terhadap 400 responden milenial Thailand yang memiliki pengalaman mengikuti influencer di Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa milenial Thailand menerima PSI dari influencer Instagram dalam konteks persepsi nilai dan motivasi untuk membeli produk fashion mewah. Daya tarik influencer memicu terbentuknya PSI; pengikut memperoleh persepsi nilai dan meresponsnya dalam bentuk niat beli. Konsep ini diteliti untuk membuktikan bahwa kekuatan influencer dapat mendorong pengikut dengan mengurangi konsekuensi negatif melalui penyampaian persepsi nilai dalam PSI. Temuan ini memberikan implikasi manajerial untuk memahami konsumen di era digitalisasi.
Copyrights © 2026