Industri perhotelan merupakan salah satu kontributor utama terhadap konsumsi energi yang tinggi dan emisi karbon. Sayangnya, kepedulian mengenai efisiensi energi dari sektor perhotelan di negara berkembang masih cukup rendah. Selain itu, berbagai strategi yang dikembangkan di negara-negara maju belum tentu dapat digunakan untuk negara-negara berkembang. Penelitian ini berfokuskan pada penggunaan energi dari hotel berbintang lima dan berbintang empat di Surabaya, dengan tujuan untuk mendapatkan suatu kesimpulan awal mengenai kepedulian terhadap penggunaan energi yang berkelanjutan dan kelestarian lingkungan hidup. Studi dilakukan pada hotel-hotel yang terletak di jantung kota dimana profil kinerja energi yang diamati dalam kurun waktu 1 tahun ialah didasarkan pada Energy Use Index (EUI), audit checklist, energy management matrix, dan berbagai upaya lain yang telah dilakukan oleh hotel. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kategori dari suatu hotel pihak hotel semakin peduli terhadap penggunaan energi secara lebih berkelanjutan. Meskipun demikian, aspek energy management untuk memonitor penggunaan energi tetap perlu dipertimbangkan mengingat urgensi dari isu global mengenai konservasi energi dan penggunaan energi terbarukan serta pencapaian dari Sustainable Development Goals (SDG)–yang salah satunya berfokuskan pada penggunaan energi terbarukan secara berkelanjutan. Untuk penelitian lanjutan, profil penggunaan energi di hotel yang berkelas lebih rendah perlu dikaji untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih menyeluruh mengenai praktek penggunaan energi yang berkelanjutan dan kelestarian lingkungan hidup di Surabaya terhadap penanganan climate change dan pencapaian reduced CO2 emission yang berhubungan erat dengan aktivitas hotel.
Copyrights © 2026