HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam
Vol 20, No 1 (2026): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM

Representasi Ideologi NU dan Muhammadiyah dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan (Kajian Semiotika John Fiske)

Syahidah, Syauqina (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 May 2026

Abstract

 AbstractThis study examines the representation of Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah ideologies in the novel Kambing dan Hujan by Mahfud Ikhwan using John Fiske’s semiotic approach. Employing an interpretative paradigm with a qualitative method, the analysis applies three interconnected levels of meaning reality, representation, and ideology to the same social-religious practices depicted in the novel. The findings show that at the level of reality, ideological differences between NU and Muhammadiyah are manifested through concrete religious practices such as the performance of qunut in the Subuh prayer, variations in tarawih prayer cycles, methods of determining Islamic holidays, Qur’anic learning systems, and ritual traditions. At the level of representation, these practices function as social symbols that construct group identity, social boundaries, and ideological labeling, particularly through the symbolism of two mosques and everyday dialogues among characters. At the ideological level, the novel reveals the contestation between traditionalism and modernism while simultaneously articulating an ideology of religious moderation that emphasizes tolerance, coexistence, and social harmony. Overall, Kambing dan Hujan represents ideological differences not as a source of permanent conflict, but as a cultural reality that can be reconciled through humanistic and inclusive values. Keywords: Ideological Representation, John Fiske’s Semiotics, Nahdlatul Ulama, MuhammadiyahAbstrakPenelitian ini mengkaji representasi ideologi Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan dengan menggunakan pendekatan semiotika John Fiske. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretatif dengan metode kualitatif. Analisis dilakukan melalui tiga level pemaknaan yang saling terintegrasi, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi, yang diterapkan secara bersamaan pada praktik-praktik keagamaan yang sama dalam teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level realitas, perbedaan ideologi NU dan Muhammadiyah tampak melalui praktik ibadah konkret seperti qunut Subuh, perbedaan jumlah rakaat salat tarawih, penentuan hari raya, metode pembelajaran Al-Qur’an, serta tradisi ritual keagamaan. Pada level representasi, praktik-praktik tersebut berfungsi sebagai simbol sosial yang membentuk identitas kelompok, batas sosial, dan pelabelan ideologis, yang direpresentasikan antara lain melalui simbol dua masjid dan dialog antartokoh. Pada level ideologi, novel menampilkan kontestasi antara tradisionalisme NU dan modernisme Muhammadiyah, sekaligus menghadirkan wacana moderasi beragama yang menekankan toleransi, koeksistensi, dan harmoni sosial. Secara keseluruhan, Kambing dan Hujan merepresentasikan perbedaan ideologi keagamaan bukan sebagai sumber konflik yang absolut, melainkan sebagai realitas sosial yang dapat dipertemukan melalui nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.Kata Kunci: Representasi Ideologi, Semiotika John Fiske, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

Hik

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Hikmah terbit 2 kali setahun ini diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan pada tahun 2007 dalam bentuk edisi cetak dan online. Tim redaksi menerima tulisan ilmiah baik merupakan hasil pemikiran konseptual maupun hasil penelitian yang berkaitan dengan kajian ...