Ketergantungan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara di Indonesia menimbulkan permasalahan dampak lingkungan. Upaya pengurangan dampak lingkungan ini menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan sistem kelistrikan tanpa mengganggu keandalan pasokan energi. Salah satunya langkah yang sudah dilakukan dengan penerapan co-firing pada PLTU. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan dampak lingkungan dari penerapan co-firing biomassa pada PLTU Pulverized Coal (PC) dengan variasi komposisi bahan bakar batubara jenis low rank coal dan medium rank coal serta biomassa berupa sawdust. Metode yang digunakan adalah Life Cycle Assessment dengan sistem gate-to-gate dan functional unit sebesar 1 kW energi listrik, serta penilaian dampak menggunakan metode ReCiPe2016 pada level midpoint dan endpoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biomassa secara bertahap mampu menurunkan dampak lingkungan, terutama terhadap pemanasan global, eutrofikasi, konsumsi sumber daya, serta toksisitas terhadap manusia dan ekosistem. Skenario terbaik diperoleh pada komposisi campuran dengan porsi biomassa sampai 15% yang menghasilkan dampak lingkungan paling rendah. Meskipun demikian, terdapat peningkatan pada beberapa kategori dampak seperti pembentukan partikulat halus dan toksisitas non-karsinogenik.
Copyrights © 2026